Boleh Aku Peluk Lagi?

Satu, saat udara tergerak bulir-bulir hujan, menghembuskan dirinya melewati sela jari dan telingamu. Sontak membuat bulu kudukmu berdiri. Di sana aku ada, menghangatkan.

Lagi, ketika kamu terlelap dalam malam penuh mimpi, entah tentangku atau bukan. Saat gerakan tubuhmu tak sengaja menjauhkan selimut. Namun aku dekat.

Lagi, waktu pertama kamu membuka mata, menghadap ke jendela, menyadari betapa aku tak begitu nyata. Embun pagi hampir ditonggakkan daunnya, pertanda hari segera datang. Aku di sana, menyejukkan.

Lagi, saat kamu pertama melangkahkan kakimu ke dalam rumah di ujung hari yang lelah. Tergeletak di sofa, tertidur bahkan belum sempat melepaskan sepasang kaos kaki warna pelangi kesayanganmu. Aku di sana membuat nyaman.

Lagi, ketika kamu memasuki tempatmu menghilangkan kelu kesah dengan raut sedihmu terhanyut alunan musik kesukaanmu. Aku disana, membantumu terlelap.

Selalu, ketika air matamu jatuh untuk kesekian kalinya, entah untukku atau bukan. Aku melingkari pundakmu. Semuanya hanya untuk hal sesederhana senyummu. Aku selalu ada, menenangkan.

0 comments:

Post a Comment