Cara Budidaya Sawi Organik Dalam Polybag

Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari spesies Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain. Sawi merupakan tanaman sayuran yang dapat di tanam sepanjang musim dan dapat hidup di berbagai tempat dataran rendah maupun dataran tinggi, perlu di perhatikan meskipun hidup di berbagai tempat sawi juga harus terpenuhi air yang sangat lah tercukupi.

JENIS-JENIS SAWI

·         Sawi Putih ( Brassica Rugosa )
Disebut sawi putih  karena daunanya berwarna kuning pucat dan agak berwarna putih dan tangkai daunnya berwarna putih.
·         Sawi Hijau ( Brassica Juncca )
Sawi hijau ini adalah daunnya yang sangatlah besar dan hidup di tanah kering, biasanya tanaman ini di jadikan olahan asinan pada budaya cina.
·         Sawi Huma ( Brassica Juncea )
Sawi huma ini adalah tanaman yang berbatang panjang dan berdaun sempit, tanaman ini tidak tahan terhadap hujan , mudah di serang ulat dan hama lainnya.

Adapun cara Budidaya Sawi Organik dalam Polybag :

1.    Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan untuk proses penggemburan tanah agar tanah menjadi subur. Penggemburan tanah bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, sirkulasi udara yang baik dan mempermudah dalam pemberian pupuk organik yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.

2.    Persemaian
       Persemaian dilakukan agar bibit yang ditanam kuat secara struktur tanaman terlebih dahulu, sehingga dalam proses penanaman akar sudah kuat dan tanaman tumbuh dengan merata. Lakukan pemupukan dengan teratur pada persemaian agar nutrisi yang dibutuhkan bibit tetap terpenuhi.
Langkah-langkah menyemaikan bibit sawi :
-         Siapkan polybag dengan ukuran diameter kurang lebih 20 cm.
-         Campur tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 80:20.
-      Setelah tercampur rata selanjutnya masukkan tanah dan pupuk organik ke dalam   polybag.
-         Semaikan biji sawi dalam satu polybag.
-       Lakukan penyiraman setiap hari yaitu pagi hari dan sore. Bibit sawi dapat ditanam setelah berumur 3-4 minggu setelah penyemaian biji sawi.

3.    Penanaman
-          Siapkan polybag dengan ukuran diameter kurang lebih 20 cm.
-          Campur tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 80:20.
-          Setelah tercampur rata selanjutnya masukkan tanah dan pupuk organik ke dalam polybag.
-          Cabut bibit sawi dari persemaian dengan hati-hati agar akar tidak putus.
-          Gali lobang dengan jari kemudian tanam bibit sawi yang telah berumur 3-4 minggu.
-          Dalam satu polybag dapat ditanam 3-5 bibit sawi.

4.    Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi musim terlebih dahulu, jika musim hujan maka lakukan penyiraman secukupnya dan dikurangi intensitasnya, kemudian jika musim kemarau maka lakukan penyiraman secara intens, lakukan 2 kali sehari yakni, pagi dan sore hari. Setiap minggu berikan pupuk organik. Lakukan penjarangan agar tanaman tidak terlalu rapat sehingga akan berakibat pada lambatnya pertumbuhan tanaman, kemudian lakukan juga penyulaman dengan mengontrol tanaman, jika terdapat tanaman yang rusak dan terkena penyakit segera mungkin unuk menggantinya dengan tanaman baru yang sudah disiapkan di semenjak dipersemaian.

5.    Pengendalian Hama
Berbeda dengan sayuran non organik yang perawatan hamanya hanya bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida, tapi untuk sayuran organik itu tidak bisa. Jadi, satu-satunya pengendalian hama yang bisa dilakukan adalah dengan memungut satu per satu ulat yang hinggap di daun.

6.    Pemanenan
Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Ada banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu.

0 komentar:

Poskan Komentar