Sebuah Balasan

Foto: spesial

Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam praktis menjadi orang terkaya di dunia. Aku tahu! Mengapa jatuh cinta diam-diam tak kunjung membuat pelakunya kaya? Karena ’emas’ yang di dapat karena diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan menebak-nebak.

Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan lagi, menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya.

Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku, juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya.

“Apakah dia tahu kalau aku sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?”

“Apa dia pernah melihatku, menyadari keberadaanku? Atau aku begitu tak nyata?”

“Pernahkah sedikit saja terlintas dalam pikirannya tentang aku?”

“Mengapa dia mengenakan baju dengan warna seperti warna kesukaanku?”

“Mengapa dia menyanyikan lagu favoritku di lorong kelas tadi?”

“Ah, bagaimana bisa dia bercerita ke temannya baru saja menonton film yang sudah berkali-kali aku tonton karena aku sungguh menyukainya?”

“Apakah dia punya perasaan yang sama denganku?”

Foto: spesial

Aku sering merenung, khususnya di malam hari. Tak mengerti mengapa hubungan antara satu manusia dengan manusia lain bisa begitu rumit, atau dibuat rumit oleh manusia itu sendiri? Entah.

Setahuku, komunikasi bisa meluruskan semuanya, menghilangkan penasaran, menghentikan kamu menebak-nebak. Bicara, dan kamu akan berhenti untuk lelah.

Karena orang yang jatuh cinta diam-diam, cintanya juga bisa berbalas. Balasan berupa penerimaan diam-diam, penolakan diam-diam, atau mungkin diabaikan diam-diam.

Berbicara Sendiri

Foto: Jessie Leong (flickr)

Aku berdiri di depan kaca. Samar-samar bertatapan dengan bayanganku di sana. Sesekali aku menampar pipiku sendiri, berusaha menyadarkan diri, atau sekadar berusaha  memastikan apa yang sedang aku alami bukanlah mimpi.

Aku ingat betul bagaimana 300 orang bangsa Sparta menaklukkan ribuan pasukan Persia. Scene bagaimana Frodo Baggins menaklukkan Mordor masih terpatri jelas di memori. Atau cerita selucu Hiccup menjinakkan Night Fury pun bisa dengan dengan lancar aku kisahkan. Namun ini bukan tentang sebuah kolosal, hal-hal berbau legenda, ataupun cerita tentang naga. Ini adalah sesuatu yang lebih nyata. Tentang aku melawan diriku sendiri. Bagaimana aku meruntuhkan ego, menumbangkan prasangka, dan berusaha menundukkan harapan-harapan dalam diri sendiri.

Aku masih melihat sosok di depan kaca. Kali ini, sesekali mengernyitkan dahi. Nggak habis pikir apa yang sedang aku pikirkan. Ada kekalutan yang aku rasakan.

Aku nggak suka jatuh cinta.

Jatuh cinta membuatku menganggap sesuatu yang mungkin aja bukan buat aku, adalah buat aku. Begitu melelahkan menebak-nebak sesuatu yang ingin sekali dipastikan, namun nggak cukup punya ruang untuk memastikan.

Jatuh cinta membuatku seringkali melakukan apa yang seharusnya nggak aku lakukan. Perbuatan-perbuatan bodoh, yang sok-sokan spontanitas, tapi seringnya merusak keadaan.

Jatuh cinta membuat aku berkali-kali melakukan hal di luar akal sehat. Sesuatu yang tadinya nggak pernah terpikirkan untuk bisa aku lakukan. Jadi orang nekat. Jadi orang gila. Kehilangan logika.

Tapi aku adalah laki-laki. Aku harus tetap menggunakan logika.

Kadang cara terbaik untuk menghindari sakit hati,… adalah dengan menyakiti hati itu duluan, oleh diri sendiri. Cara terbaik untuk terbebas dari kekecewaan,… adalah dengan membunuh harapan-harapan dalam diri dengan tangan sendiri. Cara terbaik untuk bisa tetap waras,… adalah dengan berusaha mendamaikan logika dan hati.

Di sisi lain, Aku nggak cukup tega untuk melakukan itu semua. Dan mendamaikan logika dengan hati? Bukan perkara mudah.

Pada akhirnya, aku coba berteriak tapi tak terdengar, berbisik tapi tak lirih, dan bergeming tapi terlalu gaduh. Pada diri sendiri. Cuma berusaha mengendalikan apa yang menjadi asumsi, memberikan sugesti, dengan mengatakan,

Bahwa kamu sedang tidak berusaha membuat orang lain menjadi kekasihmu, ataupun mau untuk hidup bersamamu. Mau atau tidaknya dia untuk sama kamu? Itu belakangan. Kamu cukup hanya mencoba membuatnya jatuh cinta. Kamu cuma bisa berusaha menjadi tempat yang nyaman, tempat bersandar, yang tetap menjadi dirimu sendiri, bukan orang lain. Kali ini, kamu sedang berusaha membuatnya jatuh cinta. Dan jika ternyata dia sudah jatuh cinta? TERUSLAH BUAT DIA JATUH CINTA LAGI! JANGAN BERHENTI. Dan apabila dia bersama yang lain bukan sama kamu, ITU BUKAN BERARTI SEBUAH AKHIR! JANGAN BERHENTIPerjuangan kali ini berbeda. Ini semua bukan cuma tentang siapa yang terbaik, bukan pula tentang siapa yang paling menjanjikan. Tapi ini semua tentang siapa yang paling tulus, dan tidak menyerah meski terlihat bodoh.

Aku menampar diriku sekali lagi. Memejamkan mata. Nggak ada lagi sosok angkuh, pesimis, optimis, ataupun realistis. Cuma sesosok manusia yang akan berusaha melakukan apa pun setulusnya.

Good thing comes to those who wait, then better thing comes to those who chase it, and the best thing comes to those who fight for it.

Semoga.

Cerita Singkat

Iya, emang cowok selalu salah. Terus kalo salah, bisanya cuma minta maap. Ya gitulah. Cowok kalo salah, terus minta maaf, tetep salah. #kitaselalusalah

Banyak sekali hal-hal menarik yang aku temui belakangan ini. Semua kejadian, yang berhasil aku lewatin dengan baik aku jadikan catatan buat menghadapi kejadian-kejadian berikutnya. Kejadian lainnya, yang nggak aku lewati dengan baik, aku jadikan pelajaran.

Biasanya, orang yang mengalami kegagalan, akan mengada-adakan hikmah. Kadang aku berpikir, apa benar di balik semua kejadian ada hikmahnya atau memang hikmah itu ada karena diada-adakan.

Tapi bagaimana pun itu, aku rasa yang namanya “hikmah” –baik itu memang ada atau cuma diada-ada– datang untuk membuat mereka yang gagal tetap hidup. Setidaknya hikmah jadi alasan supaya tetap berjuang. Dan aku pengen ngasih beberapa hikmah yang aku dapet dari beberapa kejadian yang aku alami belakangan ini:
Cinta nggak boleh terlambat, tapi semua lebih buruk jika diungkapkan terlalu cepat.
Nggak ada yang tau kapan cinta akan datang. Bahkan seringnya ada rasa-rasa yang menyamar dan memberi kenyamanan seperti cinta, padahal bukan cinta. Kenyamanan ketika berdua, kenyamanan melihatnya dari kejauhan, kenyamanan bahkan dengan cukup membayangkannya saja. Itu mungkin aja cuma sebuah rasa nyaman belaka, mungkin juga kagum, atau penasaran.

Yang aku pahami sekarang adalah, untuk sebuah cinta momen saja nggak cukup. Dibutuhkan keberanian, dan yang paling penting kebijaksanaan dalam menunggu, bersabar, dan bertindak sesuai waktu yang tepat. Di sini yang paling sulit. Tapi percaya saja, dengan adanya proses, kita bisa tau kapan waktu yang tepat. Dan itu akan datang. Pasti.

Jangan sampai kamu bilang mencintai tapi ketika berhasil mendapatkan semuanya malah hilang. Lebih baik jatuh cinta terlebih dahulu pada setiap momen, meski kecil dan sepele, kadang justru itu sangat berarti. Biarkan cinta itu memenuhi sedikit demi sedikit ruang hati, sampai kamu tak bisa menahannya lagi. Setelah itu, ledakkan dengan kata-kata yang indah, dan yang terpenting tulus dari lubuk hati.
Cinta bisa saja buta, tapi terlebih dari itu, cinta itu bijak.
Setiap orang punya kriteria pasangan ideal masing-masing. Tapi kita nggak pernah tau kepada siapa hati kita akan terjatuh. Kamu juga mungkin pernah memaksa-maksakan perasaan. Kamu melihat sosok yang indah, yang bercahaya, lalu mengejarnya. Sampai akhirnya menyadari apa yang kamu cari itu di luar jangkauan.

Mungkin kita hanya kurang bersyukur.

Ternyata cinta bisa datang dari mana saja. Selama ini kamu mengejar yang kamu cari. Akan tetapi, mungkin saja yang kamu butuhkan sebenarnya tepat berada di dekat kamu. Yang dengan segala kekurangannya, meski fisiknya gak sesuai kriteria idaman, tetap bisa memberikan kenyamanan. Yang selama ini ada ketika kamu sendiri, yang paling nyambung berbicara dari hati ke hati, yang paling mengerti dan memahami. Yang seperti itu, kelak akan ‘membutakan’ mata tapi juga ‘membukakan’ hati. Bahwa orang-orang seperti merekalah yang tepat, pantas, dan paling dibutuhkan hati.

Karena aku selalu percaya, orang yang paling layak jadi pendamping hidupmu adalah yang paling bisa kamu terima kekurangannya dan dia paling bisa menerima kekuranganmu. Kelebihan, hampir semua orang bisa menerima. Tapi kekurangan, belum tentu.
Masih ada sahabat.
Seburuk apa pun kejadian yang menimpa kamu, percayalah selalu ada sahabat yang mau menemani.
Terima kasih buat para sahabat aku, yang mau nemenin aku melampiaskan semua penat dalam hidup melalui bola voli, melalui kompetisi game bola di laptop, atau sekadar obrolan-obrolan cengengesan di kedai makan di pinggiran jalan.

Berbagi kisah dengan kalian selalu jadi salah satu hal paling menakjubkan.

Topeng Bernama Alasan

Foto: weheartit.com

Manusia itu suka mencari-cari. Mencari uang, mencari ilmu, mencari pacar, sampai mencari kepastian. Yang pasti semuanya berakar dari mencari kebahagiaan, dan rasa aman. Makanya nggak heran juga orang mencari-cari suatu hal yang mereka gunakan sebagai topeng yang memberikan mereka rasa aman (walau semu), yaitu alasan.


Misalnya orang yang sedang jatuh cinta. Ketika ditanya oleh orang yang dia suka, “Kenapa sih kamu suka sama aku?” Banyak yang mencoba menjawab dengan berbagai alasan, karena dia menenangkan, karena dia cantik, karena dia baik, karena dia selalu ada. Ada juga beberapa di antara mereka yang menjawab cukup dengan, “Jatuh cinta itu nggak perlu beralasan.”

Satu hal yang aku percaya dari hal di atas adalah kedua-duanya itu cuma kedok. Ya, dalam wujud alasan.
Bahkan cinta yang tanpa alasan pun sebenarnya sudah merupakan suatu alasan.
Sederhananya, orang yang benar-benar sedang jatuh cinta, nggak akan tahu benar apa yang menyebabkan dia jatuh cinta. Dia cuma merasakan kupu-kupu beterbangan di perutnya. Bahkan dalam beberapa kasus aku ketika jatuh cinta, aku malah merasakan pterodactyl beterbangan di perut aku. Dan aku pun menjadikan itu alasan kenapa sekarang perut aku membuncit.

Mereka memang nggak tahu benar apa alasannya. Oleh karena itu, mereka mengada-adakan alasan cuma biar semuanya terdengar baik-baik saja, semuanya terdengar romantis. Padahal jauh di dalam benaknya, mereka bertanya-tanya, “Kapan tepatnya cinta ini datang?” Jawabannya: nggak tahu. Jadi pertanyaan itu memang bukan untuk dijawab.
Karena cinta bukan pertanyaan dan nggak harus dipertanyakan.
Cukup berikan waktu dan kesempatan, biarkan waktu membuktikan dengan segala tindakan.
Sama halnya dengan cinta yang datang tanpa diketahui, begitu juga dengan cinta yang nggak berbalas. Mereka yang cintanya nggak mendapatkan balasan nggak tahu benar gimana mereka nggak mendapatkan balasan atas cintanya. Apakah orang yang disuka itu sempat suka juga lalu ilfeel, apakah orang yang disuka itu sempat suka tapi lalu menemukan yang lebih dia sukai di sokok orang lain, atau apakah orang itu nggak pernah suka sama sekali? Kamu nggak tau jawabannya. Kamu cuma mencari-cari. Kamu kepo, stalking, kemudian menebak-nebak apa sebenarnya alasan dia.
Sama seperti kamu menebak-nebak, kamu juga akhirnya mencari-cari. Mencari-cari alasan apa yang tepat ketika ada orang yang nanya ke kamu, “Kamu gimana sama dia? Udah jadian?” atau, “Kalian deket banget, jadian yaaa?”

Biasanya kalimat-kalimat di atas dijawab dengan getir, “Nggak. Kita cuma temen tau,” seraya melayangkan senyum palsu.

‘Bukan siapa-siapanya dia’ seringkali jadi momok menakutkan bagi mereka yang lagi jatuh cinta untuk mengartikan kode-kode yang ditangkap. Karena terlalu takut itu, akhirnya mereka pun terus memendam, dan beneran jadi bukan siapa-siapanya dia.

Biasanya juga, orang yang terlalu jatuh cinta tapi terlalu takut untuk mengungkapkan karena terlalu takut merusak kedeketan, akan punya topeng dalam wujud beribu alasan untuk membenarkan tindakan.

Mau sampai alasan keberapa kamu seperti ini? Membiarkan rasa yang muncul itu diam dalam kebinasaan.
Karena cinta kamu semu jika tidak dinyatakan.

Keadaan yang Serba Salah

Foto: Tumblr

Kadang manusia dihadapkan sama keadaan yang kalo dilanjutin salah, ditinggalin juga salah. Posisi ini, kalo di film Dono (sebenernya film Warkop DKI, tapi tetep aja disebutnya film Dono), namanya maju kena-mundur kena.

Kamu juga merasa tersesat. Kamu berjalan, mencoba keluar, tapi berakhir di situ-situ aja. Lubang hitam. Menyedot semua energi cuma buat mikirin harus dilanjutin apa nggak.

Ternyata, yang seperti itu bukan cuma ada di film Warkop. Dalam kehidupan sehari-hari juga seringkali kita menemukan posisi serba salah. Pokoknya bingung harus ngapain.

Misalnya, ketika ada di posisi mencintai orang yang sebenarnya udah dimiliki orang lain. Kamu senang dengan segala perhatian yang ada, dengan keadaan yang ada. Tapi di sisi lain, kamu nggak suka karena kamu nggak tau kamu itu apa, siapanya dia. Kamu bukan pacarnya, dibilang selingkuhannya juga belum, tapi dia yang berpacar begitu perhatian. Mau dilanjutin, dia pun nggak bisa putus sama pacarnya, mau mundur, tapi perhatian darinya begitu candu.

Keadaan yang lebih kompleks, ketika kamu sudah punya kekasih. Sudah lama, bahkan terlalu lama. Bertahun-tahun bersama. Tapi ketika dilihat lagi, ternyata ada unsur terpaksa dalam kebersamaan itu. Pernah salah satu atau kalian berdua, merasa sudah di titik jenuh, atau bahkan pernah terlibat di pertengkaran besar, seakan semuanya memang harus berakhir. Tapi kalian memutuskan untuk melanjutkannya, bersama. Sayangnya, bukan karena masih saling cinta, ataupun masih bisa saling percaya, tapi cuma sayang karena hubungannya sudah terlanjur lama. Biasanya juga, terkait sama saling kenalnya kedua pihak orang tua. Sekali lagi, ini terpaksa. Mau disudahi, sayang sekali hubungannya udah lama. Mau dilanjutin pun semuanya nggak lagi sama.

Gengsi juga, seringnya jadi momok yang membuat seseorang stuck berada di posisi yang serba salah. Ketika dua orang sudah menyatakan saling suka, saling perhatian, saling mengingatkan, saling ada satu sama lain, tapi nggak ada yang memulai. Ya, karena gengsi. Serba salah. Nggak ada yang mau mengalah.

Keadaan lainnya bisa sesederhana ketika jatuh cinta kepada sahabat sendiri. Pertemanan yang begitu lama dijalin. Seperti kata di televisi dan di film-film, Kita nggak bisa memilih jatuh cinta kepada siapa. Karena jatuh cinta nggak bisa memilih,

Kadang kita merasa nggak punya pilihan dalam urusan cinta.

Mungkin itu juga alasan kenapa orang-orang yang terlibat dalam jatuh cinta kepada sahabat, tetap berada di tengah. Nggak mundur, maju pun enggan. Yang ada, “mundur” itu cuma kata-kata yang kadang tercetus, tapi besoknya lupa lagi. Ngarep lagi. Nggak sadar diri lagi. Bahwasanya, dirinya hanyalah teman.

Tapi sebenarnya pilihan itu ada, kalau kita dalam keadaan jernih untuk melihatnya.

Ketika sedang berada dalam posisi yang begitu serba salah, kadang yang perlu kita lakukan hanyalah berhenti, dan bernapas. Nggak perlu banyak berpikir, karena seringkali berpikir cuma hanya menghasilkan bad mood sendiri.

Cukup dengarkan apa yang ada dalam hati. Melihat ke dalam diri. Pejamkan mata. Tarik napas lewat hidung. Hembuskan lewat mulut.

Foto: stupidbear.buzznet.com


Foto: weheartit.com


Setidaknya, itu yang selalu sukses menenangkanku. Dan sedikit-banyak memengaruhi bijaknya diri dalam mengambil keputusan.

Karena cuma kamu yang bisa nentuin nasib kamu gimana. Orang lain terlalu sibuk ngurusin diri mereka masing-masing. Jangan mau berada di satu titik yang ngasih kamu kenyamanan semu. Misalnya ada di kondisi ngarepin orang yang nggak peduli sama kamu. Orang yang tiba-tiba ada, tiba-tiba ngilang, tiba-tiba ada, tiba-tiba ngilang.

Dalam hidup, kita harus mengambil keputusan. Tegaslah. Minimal kepada diri sendiri.

Jadi, semoga abis baca postingan ini kamu bisa keluar dari ‘lubang hitam’ yang sekarang lagi berusaha menyedot semua energi kamu ya.

Pesan Tentang Sebuah Keadaan

Bukan sebuah heran, angin laut sore menyejukkan. Bukan mimpi, gemuruh ombaknya terdengar bermelodi. Bukan rahasia, semua terasa seperti itu ketika jatuh cinta. Dan bukanlah keadaan, jika tak bisa membuat yang indah menjadi ketakutan.

Kata orang, cinta sesuatu yang megah. Namun kadang megahnya tertutup keadaan kemudian kalah.

Keadaan di mana pada diri satu orang, atau keduanya terdapat cinta tapi masing-masing atau salah satunya sudah memiliki pasangan. Keadaan di mana dua orang saling sayang, tapi orang tua berkehendak lain. Keadaan di mana dua orang saling cinta, tapi berbeda Tuhan –yang katanya satu–. 

Keadaan di mana seseorang jatuh cinta, tetapi yang satunya terasa terlalu sempurna untuk dia. 

Mungkin masih banyak lagi keadaan-keadaan di luar sana yang menyisakan kepahitan.

Mengapa seringkali sebuah cinta tumbuh di keadaan yang tidak memungkinkan? Apakah sebuah cinta adalah tumbuhan yang tidak peduli habitatnya berkeadaan seperti apa, hanya membutuhkan ketulusan? Akan tetapi, apakah ketulusan saja cukup untuk bersama? Tidak, untuk bersama, juga butuh keadaan.

Begitu pula dengan keputusanku memendam perasaan. Ini semua, sedikit banyak karena keadaan. 

Apa yang tumbuh dalam hati seiring aku memandang senyummu, melihat tawamu, menatap binar matamu, harus aku pendam sendiri.

Selagi menunggu keadaan –yang mungkin tak akan datang–, aku guratkan tinta hati hingga senja menjelang. Aku kemas surat itu dalam beningnya botol ketulusan, dan membiarkannya bebas di luasnya lautan kemungkinan.

“Jika memang jodoh, kita pasti akan bersama.” Ah, akhirnya aku mengatakan itu. Mengatakan kalimat bagi orang yang kalah dalam perjuangan mendapatkan seorang pujaan.

Aku tak ingin menjadikan keadaan sebagai pesakitan. Karena sudah terlalu sering kata itu berlalu-lalang di kisah kehidupan. Kamu boleh caci aku karena mengungkapkan rasa pun tak berani. Tapi mungkin kamu juga tahu, bahwa kadang melawan keadaan tak semudah yang pernah ada dalam mimpi.

Dan biarkan pesan dalam botol ini, tetap menjadi rahasia hati.

Mengapa Begini?!

Kadang, hidup ini bukanlah siklus, tapi lebih mirip lingkaran setan. Ke mana pun kita pergi, ujungnya selalu sama… yaitu tak berujung.

Semuanya membuat kita lelah.

Via @bringaspizza

Anehnya, ketika berusaha untuk keluar dari kondisi itu, malah terbentur tembok lainnya. Seolah-olah benang yang kusut itu sudah terlanjur ditarik dan simpul-simpulnya merapat, mengecil, lalu menguat.

Disney via Tumblr

Seperti itulah rasanya jika semuanya selalu begini. Sehingga yang kita pengen cuma teriak dan bertanya kepada hidup.
MENGAPA BEGINI?!
Ketika jomblo

“Yeah! Jomblo itu bebas!”

“Haha! Rasain lo yang punya pacar, mau maen aja ribet mesti izin dulu. Lagi maen mesti laporan mulu!”

Pada akhirnya itu cuma jadi bom waktu yang membuat harus menelan ludahnya sendiri. Bom waktu yang detiknya terus berdetak. Biasanya waktu sudden death ditandai dengan mulai penuhnya notifikasi Facebook dan Path dengan undangan pernikahan teman-teman.

Awalnya enak jomblo bisa seru-seruan, ke mana-mana bebas, lalu tiba waktunya pulang, kamu berbaring di tempat tidur dan berusaha untuk pergi ke alam mimpi. Di masa transisi dari dunia nyata ke dunia mimpi inilah semuanya terjadi. Semua kesepian itu.

Via weheartit
Lagi enak-enak jomblo, kenapa sih ujungnya harus ngerasa kesepian juga?
MENGAPA BEGINI?!
Ketika akhirnya menemukan yang disuka

Via shutterstock

Hati dag dig dug nggak karuan. Bawaannya pengen senyum seharian. Semua apa pun tentang dia di cari tahu, tapi isi perasaannya nggak tahu.

Sampai akhirnya datang suatu siang. Kenyataan yang mendadak terungkap tanpa bilang-bilang. 
Ternyata, dia bukannya gak pekain kode kamu. Tapi memang sejak awal dia nggak suka sama kamu.

Sekalinya mau keluar dari kejombloan dan nemu yang pas di hati, dianya gak punya rasa sama sekali.
MENGAPA BEGINI?!
Ketika menemukan yang suka juga sama kita

Awalnya stalking-stalkingan, terus sampe berhasil kenalan, beralih ke chat-chatan, terus jalan-jalanan. Tapi abis itu bukannya jadian, eh malah dapet labrakan. Ternyata si inceran kamu udah punya pacar duluan. 

Via weheartit

Kadang juga begini. Kalian punya rasa yang sama, tapi cara ibadahnya berbeda.

MENGAPA BEGINI?!
Ketika akhirnya punya pacar

Dari gebetan akhirnya berhasil jadian. Udah banyak yang dikorbankan. Tapi rencana untuk tetap sejalan tinggalah harapan. Tidak adanya restu membuat masa depan bersamanya tinggallah kenangan.

Lalu putus, jomblo lagi, kembali ke poin paling atas

Hidup kadang seperti lingkaran setan.

Punya pacar diputusin, naksir orang dianya udah ada yang punya, naksir yang nggak punya pacar dianya malah naksir orang lain, sama-sama naksir malah beda agama, naksir yang seagama gak direstuin.
Lingkaran setan itu cuma bisa terhenti (atau senggaknya, jadi gak kerasa) dengan bersyukur.
Tapi tetap, pertanyaannya adalah…



MENGAPA BEGINI?!

Via Tumblr

Cara Budidaya Sawi Organik Dalam Polybag

Sawi adalah sekelompok tumbuhan dari spesies Brassica yang dimanfaatkan daun atau bunganya sebagai bahan pangan (sayuran), baik segar maupun diolah. Sawi mencakup beberapa spesies Brassica yang kadang-kadang mirip satu sama lain. Sawi merupakan tanaman sayuran yang dapat di tanam sepanjang musim dan dapat hidup di berbagai tempat dataran rendah maupun dataran tinggi, perlu di perhatikan meskipun hidup di berbagai tempat sawi juga harus terpenuhi air yang sangat lah tercukupi.

JENIS-JENIS SAWI

·         Sawi Putih ( Brassica Rugosa )
Disebut sawi putih  karena daunanya berwarna kuning pucat dan agak berwarna putih dan tangkai daunnya berwarna putih.
·         Sawi Hijau ( Brassica Juncca )
Sawi hijau ini adalah daunnya yang sangatlah besar dan hidup di tanah kering, biasanya tanaman ini di jadikan olahan asinan pada budaya cina.
·         Sawi Huma ( Brassica Juncea )
Sawi huma ini adalah tanaman yang berbatang panjang dan berdaun sempit, tanaman ini tidak tahan terhadap hujan , mudah di serang ulat dan hama lainnya.

Adapun cara Budidaya Sawi Organik dalam Polybag :

1.    Pengolahan Tanah
Pengolahan tanah dilakukan untuk proses penggemburan tanah agar tanah menjadi subur. Penggemburan tanah bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, sirkulasi udara yang baik dan mempermudah dalam pemberian pupuk organik yang bermanfaat untuk kesuburan tanah.

2.    Persemaian
       Persemaian dilakukan agar bibit yang ditanam kuat secara struktur tanaman terlebih dahulu, sehingga dalam proses penanaman akar sudah kuat dan tanaman tumbuh dengan merata. Lakukan pemupukan dengan teratur pada persemaian agar nutrisi yang dibutuhkan bibit tetap terpenuhi.
Langkah-langkah menyemaikan bibit sawi :
-         Siapkan polybag dengan ukuran diameter kurang lebih 20 cm.
-         Campur tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 80:20.
-      Setelah tercampur rata selanjutnya masukkan tanah dan pupuk organik ke dalam   polybag.
-         Semaikan biji sawi dalam satu polybag.
-       Lakukan penyiraman setiap hari yaitu pagi hari dan sore. Bibit sawi dapat ditanam setelah berumur 3-4 minggu setelah penyemaian biji sawi.

3.    Penanaman
-          Siapkan polybag dengan ukuran diameter kurang lebih 20 cm.
-          Campur tanah dengan pupuk organik dengan perbandingan 80:20.
-          Setelah tercampur rata selanjutnya masukkan tanah dan pupuk organik ke dalam polybag.
-          Cabut bibit sawi dari persemaian dengan hati-hati agar akar tidak putus.
-          Gali lobang dengan jari kemudian tanam bibit sawi yang telah berumur 3-4 minggu.
-          Dalam satu polybag dapat ditanam 3-5 bibit sawi.

4.    Pemeliharaan
Penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi musim terlebih dahulu, jika musim hujan maka lakukan penyiraman secukupnya dan dikurangi intensitasnya, kemudian jika musim kemarau maka lakukan penyiraman secara intens, lakukan 2 kali sehari yakni, pagi dan sore hari. Setiap minggu berikan pupuk organik. Lakukan penjarangan agar tanaman tidak terlalu rapat sehingga akan berakibat pada lambatnya pertumbuhan tanaman, kemudian lakukan juga penyulaman dengan mengontrol tanaman, jika terdapat tanaman yang rusak dan terkena penyakit segera mungkin unuk menggantinya dengan tanaman baru yang sudah disiapkan di semenjak dipersemaian.

5.    Pengendalian Hama
Berbeda dengan sayuran non organik yang perawatan hamanya hanya bisa dilakukan dengan penyemprotan pestisida, tapi untuk sayuran organik itu tidak bisa. Jadi, satu-satunya pengendalian hama yang bisa dilakukan adalah dengan memungut satu per satu ulat yang hinggap di daun.

6.    Pemanenan
Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Ada banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu.

Kenapa Cowok Selalu Salah?


via Tumblr

Di luar hujan.

Siapa yang nggak suka musim hujan? Bau petrikor yang menguap dari tanah basah, sungai cemas yang mengalir menyusuri kaca jendela, alunan rindu setiap kali air beradu dengan genting.

Aku pun teringat akan satu sosok yang sungguh sempurna untuk menemani aku di saat-saat seperti ini…

Mi instan. Kuah. Pake irisan cabe. Pake telor.

Uhhh~

Memang waktu musim hujan gini, kita jadi mendadak hobi duduk di deket jendela, mendadak jadi puitis, dan berkontemplasi memikirkan banyak hal filosofis dalam hidup.

Sama halnya seperti aku saat ini. Tiba-tiba saja melintas sebuah pertanyaan maha-dahsyat yang rasanya butuh puluhan kali patah hati dan ratusan kepahitan hidup untuk bisa menjawabnya. Sungguh pertanyaan yang sangat dalam.
“Kenapa cowok selalu salah?”
Dalam renungan sembari menatap jendela yang basah tanpa ditemani oleh mi instan kuah, akhirnya aku menemukan jawaban dari pertanyaan legendaris itu.

rain-20

Sebuah hubungan yang kandas, kedekatan yang tak sampai, hingga cinta yang tak terungkap. Semua kegagalan hubungan rumit antara dua manusia yang melibatkan cowok di dalamnya, seringkali disebabkan oleh kesalahan cowok.

Bahkan ketika nggak sampai tahap hancur dan gagal pun, banyak pertengkaran, atau segala yang menjadi penyebab jungkir baliknya mood, adalah kesalahan cowok.

Mungkin kami pernah mengeluhkan kenapa sih cewek terlalu sensitif?

Namun setelah melewati pertengkaran dengan pikiran sendiri dan bisa menggunakan akal dengan tenang kembali, kami sering mendapatkan kesimpulan yang justru melawan pihak kami sendiri, “Aku bego banget sih! Salah lagi salah lagi!”

Bahkan tak jarang rasanya kami ingin memukul kepala sendiri, atau sekadar meninju tembok terdekat sejangkauan kepalan tangan.

Sialnya, tak lama setelah berdamai kembali, kami sering mengulanginya kembali. Bebal sekali.

15284-rain-anime

Ah, cowok memang selalu salah.

Lalu, kenapa sih?

Jawabannya adalah, karena cowok ditakdirkan harus selalu salah. Kenapa?

Karena cewek adalah calon ibu

anime-disney-disney-movies-film-gif-hayao-miyazaki-japan-japanese-movie-movies-my-neighbor-totoro-rain-totoro-hayao-miyazaki-movies-Favim.com-793446

Cowok ditakdirkan selalu salah karena itulah cara hidup untuk mengajarkan tentang arti menjadi ibu bagi cewek. Ibu identik dengan kasih sayang, sabar, dan ngemong.

Aku peringatkan kepada para calon ibu di luar sana. Kamu akan banyak, banyak sekali menemukan kesalahan menjengkelkan dari orang-orang yang justru kamu sayangi, sehingga meruntuhkan utopia yang selama ini kamu anut karena film-film dan drama-drama romantis:
“Bukankah orang yang kita sayang harusnya sempurna?”
Justru sebaliknya. Orang yang paling kamu sayang adalah orang paling berkekurangan. Karena sayang, artinya memperlihatkan segala kekurangan, menyerahkannya untuk diperbaiki bersama, bukan sekadar dimaklumi.

Bersyukurlah ketika orang yang kamu sayang berkali-kali menunjukkan kekurangannya melalui kesalahan, itu artinya kamu bukanlah orang asing. Karena seseorang hanya ingin terlihat sempurna di depan orang yang nggak dikenalinya.

Mungkin ini terlalu mengawang, tapi bagi aku, ada benarnya. Cewek harus menghadapi cowok yang selalu salah karena kelak, cewek akan menjadi ibu dan menghadapi anak –mau anaknya cewek ataupun cowok– pasti akan sering salah, dan nggak jarang membuat jengkel. Dan untuk menjadi ibu yang baik, sekaranglah waktu yang tepat untuk berlatih.

Lalu, kenapa cowok itu bebal sering mengulang kesalahan?

tumblr_nrg45xInAC1s3mwhto1_500

Karena cowok haruslah bebal.

Cowok punya hati yang keras. Kata ayah, cowok harus begitu. Kompensasi dari memiliki hati yang keras adalah… kadang kami terlihat bodoh. Sejak kecil, kami diberi tahu untuk nggak naik pohon, tapi kami tetap memanjatnya. Lalu jatuh. Lalu memanjat lagi. Lalu jatuh lagi. Kami belum berhenti jika kami belum kena batunya.

Tapi dari kebebalan itu, kami belajar banyak hal. Kami jadi tahu bahwa cowok harus berani mengambil risiko. Lebih dari itu, kami belajar bahwa cowok harus bertanggung jawab atas pilihannya, menanggung apa yang menjadi akibat dari perbuatannya.

Kami mendapatkan banyak pelajaran yang kelak akan menjadi kompas sekaligus senjata kami menghadapi hidup, dan menjadi pemimpin. Sekarang, aku jadi paham kenapa setiap ayah di dunia ini nggak pernah berhenti ceramah, nggak pernah berhenti mewanti-wanti, mengulang-ulang cerita kelam masa mudanya meski cuma hanya lewat telinga anaknya. Semua itu dilakukan semata karena sang ayah nggak mau anaknya mengalami kesalahan seperti ayah.

Namun yang perlu diingat, meski seorang anak cowok nggak mengulangi kesalahan ayahnya, ia akan tetap salah. Ia akan melakukan kesalahan yang lain, dan belajar dari itu.

Kalau begitu, berarti cowok bebas dong ngulangin kesalahannya?

Kadang, kami harus melakukan kesalahan berkali-kali untuk benar-benar mengerti. Namun aku percaya,
Seorang cowok sejati nggak akan membiarkan seseorang yang disayanginya merasa sakit.
Cowok sejati akan belajar dari kesalahannya, sampai ia layak menjadi pria.

tumblr_nx5g19A0YF1u0ynoyo1_500

Hujan, turunlah dengan wajar, supaya kami selalu bisa belajar.

Karena hanya setiap kali engkau turun, kami dapat mendengar nada yang mengalun.

Nada yang bermuara dalam pikiran, tentang kehidupan dan kesalahan.

Hujan, turunlah dengan hakiki, agar kami dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Pertanian Modern

Konsep dasar dari pertanian adalah untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia. Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, maka  dilakukan upaya melalui berbagai cara agar pangan yang ada di dunia ini tetap lestari dan berkesinambungan.

Pada awal pra sejarah atau purba, pola pertanian dimulai dengan ditandainya perubahan pola hidup dari ladang berpindah menjadi menetap di suatu daerah. Konsep awal pertanian ini menjadi basic sector atau landasan dasar yang merupakan pijakan dari sektor-sektor lain karena ini memang suatu ‘fitrah’ dari sektor usaha berbasis sumber daya seperti pertanian.

Hal ini menyebabkan sektor pertanian terintegrasi dengan baik ke dalam kebijakan ekonomi makro. Oleh karena itu, pada tataran konsep dasar ini, pertanian bisa berkembang pesat. Bahkan negara-negara yang memiliki basis sumber daya kuat seperti Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Dalam Arifin (2004),

Pada era 1970-an Indonesia cukup berhasil membangun fondasi atau basis pertumbuhan ekonomi yang baik, dimana pembangunan pertanian terintegrasi dalam kebijakan ekonomi makro. Pada era tersebut pertanian menjadi andalan dan sebagai penyumbang devisa terbesar ekonomi Indonesia.
Hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat banyak adalah terpenuhinya kebutuhan pangan secara mandiri (swasembada) pada pertengahan era 1980-an.

Seiring dengan laju perubahan pertumbuhan pembangunan di Indonesia yang dititik beratkan pada sector industri yang berdampak pada berkurangnya lahan pertanian, maka konsep pertanian selanjutnya mulai dikembang melalui konsep pemuliaan spesies pertanian yaitu mencari varietas-varietas yang memiliki keunggulan tersendiri dan lebih menguntungkan manusia. Konsep ini muncul sebagai bagian dari peningkatan kualitas setelah adanya peningkatan kuantitas dari konsep pertama. Pemilihan varietas-varietas dengan keunggulan tertentu, seperti rasa yang enak, hasil panen yang banyak dalam sekali masa tanam, menghasilkan daging atau susu yang banyak dan berkualitas, dan tahan terhadap hama dan penyakit.

Kedua konsep pertanian ini dapat dikatakan sebagai konsep dasar pertanian yang walau berubah seperti apapun kehidupan di muka bumi ini, kedua konsep akan terus digunakan.

Selanjutnya saat ini mulai dikembangkan konsep pertanian modern yaitu bukan hanya membahas usaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan manusia dan pemuliaan spesies pertanian, tetapi sudah lebih ke arah bagaimana cara optimalisasi usahatani untuk menghasilkan bahan pangan yang bermutu, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Di dalamnya juga termasuk usaha peningkatan teknologi pertanian agar pertanian berjalan lebih efektif dan efisien. Inilah perkembangan konsep pertanian selanjutnya. Konsep ini merupakan penggabungan dari dua konsep awal yang terkesan berjalan sendiri-sendiri Pada awalnya terlihat kurang adanya keterkaitan yang erat antara riset dan pengembangan teknologi pertanian dengan peningkatan hasil panen di lapangan. Seiring berjalannya waktu mulai ada harmonisasi keduanya dan hal ini sudah mulai terlihat di tahun 2008 ini. Triwulan II 2008 ini PDB sektor pertanian meningkat 5,1% dari Triwulan I. Hal ini seiring dengan tingginya nilai ekspor hasil pertanian periode Januari-Juni 2008 yang meningkat 50,13% dibanding periode yang sama tahun lalu. Inilah bukti dari optimalisasi usahatani di Indonesia berhasil. Tingginya nilai ekspor hasil pertanian indonesia juga menandakan bahwa kualitas produk pertanian kita sudah sesuai dengan standar kualitas internasional. Baiknya kualitas dan kuantitas produk pertanian Indonesia merupakan hasil dari konsep pertanian modern yang diterapkan di Indonesia.

Konsep optimalisasi usahatani ini dijabarkan oleh sebuah sistem terpadu yang mampu melingkupi semua sektor, termasuk industri, dan mengaitkannya menjadi sebuah rantai perekonomian Indonesia. 

Sistem ini merupakan penerapan dari konsep pertanian modern, yaitu system agribisnis.

Sistem agribisnis merupakan sistem yang terdapat keterkaitan erat antar subsistem agribisnis mulai dari hulu hingga jasa penunjang dan menopang satu sama lain. Sistem agribisnis merupakan konsep yang lebih konkrit dan komprehensif untuk pengembangan sektor pertanian ke arah yang lebih baik. 

Dengan adanya sistem ini, pengembangan komoditas-komoditas pertanian Indonesia pun menjadi lebih fokus karena setiap komoditas memiliki subsistem agribisnis yang berbeda-beda. Sistem ini juga mampu menggerakkan pemerintah untuk lebih giat mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap pertanian rakyat dan dunia perbankan agar lebih ‘ramah’ terhadap petani dalam hal kredit karena keduanya masuk sebagai salah satu subsistem agribisnis, yaitu subsistem jasa penunjang yang bergerak bersama-sama subsistem yang lainnya.

Setelah perjuangan penuh manusia untuk merancang konsep pertanian modern untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tanpa batas, kini berkembang lagi konsep pertanian baru yang semakin menunjukkan kebutuhan manusia yang tanpa batas. Pengembangan sektor pertanian ke arah yang lebih lanjut adalah untuk usaha pemenuhan energi. Sumber daya alam yang semakin terbatas, terutama sumber energi, membuat manusia kembali mengandalkan pertanian sebagai penghasil sumber energi alternatif. Belakangan sudah dikembangkan biofuel di Brazil dengan memanfaatkan tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas) dan sudah mulai dikembangkan pula oleh negara lain.

Semua hal diatas mengenai konsep pertanian berhubungan erat dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang tanpa batas. Padahal, sumber daya yang tersedia sudah pasti ada batasnya dan suatu saat akan habis. Untuk kepentingan yang sangat vital inilah sektor pertanian kini sudah terpolitisasi. Apalagi di Indonesia yang mayoritas warganya berlatar belakang pertanian atau berhubungan dengan sektor pertanian.

Pangan pada hakikatnya akan selalu dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, sektor pertanian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suatu negara. Tabiat manusia yang kebutuhannya tanpa batas harus dikendalikan semaksimal mungkin karena alam memiliki keterbatasan. Jika hal itu tidak sesegera mungkin dilakukan, bukan tidak mungkin manusia akan punah sebelum waktu yang ditentukan.

Teknologi Pertanian Organik

Kemajuan zaman selalu di iringi dengan kemajuan teknologi. Sesuai kodratnya, manusia akan selalu berpikir ke depan untuk berupaya menjadikan semua urusan agar lebih mudah dan cepat tanpa mengurangi sisi keindahan, sebagai bentuk manifest sisi emosional penikmatnya. Hal ini berlaku di hampir semua aspek kehidupan kita. Di sadari atau tidak, semua upaya tersebut acapkali melahirkan efek negatif yang lambat-laun dapat merugikan bagi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Produk makanan adalah salah-satu contohnya. Telah sering kita jumpai beraneka-jenis makanan/minuman, yang mana dalam proses pembuatannya telah memanfaatkan bahan kimia. Pemakaian bahan-bahan ini terbukti efektif dalam memodifikasi warna dan bentuk yang akan memperindah makanan bersangkutan, maupun bahan kimia untuk pengawet dan pemantap rasa.

Saat proses pembuatannya, tak jarang makanan/minuman ini memanfaatkan teknologi tinggi, karena selain cepat jumlah produksi yang dihasilkan juga akan lebih banyak (massal) bila dibandingkan secara manual. Dalam hitungan hari atau bulan produk-produk berbahan kimia tersebut mungkin efeknya tidak akan terasa bagi tubuh kita, namun tahukah Anda bahwa makanan seperti ini dalam jangka panjang bisa berdampak negatif? Mengkonsumsinya secara terus-menerus terbukti tidak baik untuk kesehatan. Meski demikian fakta ini bersifat kompleks yang artinya berkaitan erat dengan pola hidup yang kita jalani sehari-hari. Setidaknya telah banyak penelitian yang menunjukkan hal ini. Berdasar fenomena tersebut maka dilakukan pengembangan dan inovasi untuk mencari solusinya, diantaranya adalah penerapan teknologi terbaru pertanian organik.

Artikel Terbaru Teknologi Pertanian Organik

Dalam kadar tertentu praktik-praktik penggunaan bahan kimia tersebut diperbolehkan. Sekali lagi bila sesuai dengan kaidah yang ditetapkan oleh pemerintah melalui dinas kesehatan, baik jenis maupun takaran bahan kimia untuk makanan telah ada aturan yang wajib dipatuhi. Kini, kita dapat temukan beraneka-ragam makanan serta minuman yang beredar di supermarket, mall maupun toko-toko kecil di pinggir jalan. Hampir semua dari produk makanan tersebut mengandung bahan kimia yang biasanya tertera di dalam kemasan baik jenis (nama) serta jumlah takarannya. Dalam ilmu kesehatan disebutkan, sejatinya di dalam tubuh kita telah terdapat antibodi yang akan mampu menangkis semua racun serta bakteri merugikan. Namun perlu diketahui bahwa hal ini bersifat kompleks, yang mana sangat dipengaruhi pola hidup yang kita anut. Anda tak dapat serta-merta mengartikannya karena terdapat aspek penting lainnya yang harus juga diperhatikan. Jumlah kebutuhan gizi, aktifitas kerja, pola tidur, manajemen stres, dll. Semua akan berpengaruh terhadap sistem imun yang bekerja di dalam tubuh kita. Lepas dari itu semua, kini ada alternatif lain yang bisa Anda coba tekait urusan makanan yang kita konsumsi yakni produk makanan organik. Simak ulasannya, masih dalam artikel terbaru teknologi pertanian organik berikut ini.

Makanan organik adalah makanan yang dalam proses penyediaannya tidak melibatkan pestisida atau bahan kimia sejenis maupun rekayasa genetika, berlaku untuk makanan nabati maupun hewani. Untuk makanan yang berasal dari tumbuhan baik sayur maupun buah (nabati), seluruh proses pembuatannya dari persiapan lahan, penanaman maupun perawatan menggunakan teknologi yang alami. Begitu pula untuk makanan hewani, teknologi yang digunakan selalu mengacu pada metode organik seperti ternak sapi/ayam yang dalam pemeliharaannya tidak menggunakan hormon pengatur tumbuh (pemacu).

Produk berupa makanan organik diklaim jauh lebih baik bila dibandingkan makanan biasa (konvensional), dikarenakan memang praktis tidak mengandung bahan kimia ataupun zat-zat berbahaya didalamnya. Namun sayang, untuk mendapatkan produk makanan organik seperti ini kita harus merogoh kocek yang tidak sedikit karena di negara kita harganya sangat mahal, terutama untuk pendapatan rata-rata mayoritas rakyat di negeri ini. Baik sumber daya manusia yang ahli, pemeliharaan maupun penggunaan teknologi pertanian serta peternakan organik, disebut-sebut sebagai biang utama atas mahalnya produk makanan organik dipasaran.

Contoh Produk Organik

Daging Organik
Baik daging ayam, sapi maupun kambing yang berlabel organik mempunyai rasa yang lebih nikmat dari daging non-organik (biasa). Diet serta pemeliharaan hewan-hewan ini memerlukan biaya mahal yang akhirnya berimbas pada harga jual daging organik tersebut.

Sayuran Organik
Bayam, kentang, kubis, sawi dan lainnya merupakan sederet sayuran yang dalam perawatannya kerap bersinggungan dengan pestisida. Kini, dengan metode organik kita tak perlu khawatir untuk menjadikannya menu makan kita sehari-hari.

Telur Organik
Telur organik diambil dari ayam organik pula. Untuk telur dari ayam konvensional biasanya telah diberi hormon pengatur tumbuh yang tentu akan berdampak negatif bila kita terus mengkonsumsinya.

Susu Organik
Diet alami yang diterapkan pada sapi organik dapat meningkatkan kualitas susunya. Dengan cara ini sapi organik akan menghasilkan kandungan Omega 3 yang mengalami peningkatan menyentuh angka 68% dibandingkan susu sapi biasa.

Buah Organik
Buah non-organik dalam pemeliharaannya biasa diberi larutan pestisida 16 hingga 30 kali semprot. Bayangkan kandungan kimia yang akan mengendap di dalam tubuh Anda. Dengan mengkonsumsi buah organik berarti kita telah memberi asupan gizi yang aman untuk tubuh kita. Apel, buah persik serta stroberi adalah contoh produk organik yang telah populer.

Itulah tadi beberapa contoh produk makanan organik yang dapat menjadi alternatif untuk memelihara kesehatan kita. Sejatinya masih terdapat contoh lain namun di sini hanya kami sebutkan nama-nama makanan dari yang paling sering kita jumpai. Pertanian organik dalam penerapannya akan sangat memprhatikan keseimbangan lingkungan, sehingga seluruh infrastruktur/perangkat yang terlibat termasuk didalamnya adalah penerapan teknologi ramah lingkungan menjadi ciri utamanya. Teknologi ini akan mengacu pada interaksi tanaman, manusia, hewan, tanah, mikroorganisme, ekosistem serta lingkungan.

Turn Over To You




Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.
Pada sebagian besar waktu dalam hidup, aku sering tidak bisa menerima begitu saja.
Aku sering tak percaya apa yang dikatakan orang.
Bagiku, jawaban dari orang lain hanya menambah tanda tanya.

Aku lebih percaya kepada hidup.
Tuhan bersama semesta-Nya lebih jujur daripada jujur.
Ia memberikan pertanda kepada setiap makhluk-Nya.
Kita, makhluk yang tak pandai membaca.

Ada seorang bijak pernah berkata bahwa kadang kita tak bisa bersama dengan yang dicinta.
Aku berkali-kali bertemu dengan orang yang harus merelakan cintanya dan menerima cukup yang ada.
Merelakan yang telah pergi sedang batin dan raga menjerit berusaha meraih hadirnya.
Kondisi yang beberapa orang coba jalani selamanya dalam hidupnya.

Tapi maaf, aku tidak bisa.
Aku tidak bisa untuk tidak menghidupi mimpiku.
Aku tidak bisa untuk merelakan seseorang yang tak tergantikan.
Aku tidak sanggup bila itu bukan kamu.

Aku bersyukur dilahirkan menjadi pembangkang.
Karena aku tak ingin berakhir seperti mereka.
Aku tidak akan menuruti perkataan “cinta tak harus memiliki”.
Aku mau memiliki cintaku, itulah mengapa aku memperjuangkan kamu.

Aku pernah bermimpi mewujudkan mimpi bersama kamu.
Sebuah mimpi yang tercipta dari alam bawah sadar yang paling dalam.
Yang bahkan aku sendiri tak tahu mengapa aku memimpikannya.
Sampai aku sadar, bahwa mimpi itu harus kuhidupi.

Mimpi yang pernah aku rusak sendiri.
Tetapi seperti yang selalu hidup ajarkan kepada aku, aku harus memperbaiki semuanya sendiri.
Itulah mengapa, aku memutuskan untuk tidak menyerah atas kamu.
Aku memilih untuk tidak merelakan kamu.

Jika aku ikut percaya seperti orang lain bahwa cinta tak harus memiliki,
Mungkin kini kita tak bersama lagi.
Bersyukur aku kembali padamu,
Sehingga kini aku bisa mewujudkan separuh mimpiku.

Terima kasih telah menjadi rumah melalui tatapan lembut itu.
Terima kasih telah menjadi selimut melalui dekap hangat itu.
Terima kasih telah menjadi separuh mimpiku.
Terima kasih telah menjadi sekarangku.

Sekarang, genggam tanganku.
Tidak akan pernah aku lepaskanmu.
Temani aku mewujudkan separuh lagi mimpiku.
Menghabiskan sisa hidupku, bersamamu.

Semuanya baik-baik saja, P.
Karena aku dan kamu, telah kembali menjadi kita.

Tolong, Bangunkan Aku

Kamu, yang masih terperangkap dalam kotak itu, kotak kenangan. Kotak Pandora yang tak pernah ingin kamu buka, tetapi sudah bisa membuatmu tersesat dengan hanya membayangkannya saja. Sejenak aku pikir akulah orang yang tepat menyelamatkanmu dari sana. Namun siapa orang paling sulit untuk ditolong? Orang yang tak mau ditolong.
Entahlah, ini antara kamu yang tak mau kutolong, atau malah kamu meminta tolong pada kenanganmu dari aku. Rasanya seperti tarik-menarik. Aku tarik kamu ke depan, tapi sepertinya kenanganmu lebih keras menarikmu ke belakang. Kadang aku melonggarkan genggamanku hanya demi menjaga tali antara aku, kamu, dan kenanganmu tak putus. Aku tak mau mendapati kamu terjatuh ke pusara kehampaan, tanpa aku. Di sisi lain, aku tak ingin kamu lepas.
Besok, ketika aku terbangun lagi, aku selalu penasaran. Sampai kapan kamu mau tinggal di sana? Aku sudah mengulurkan tangan, tangan penuh luka karena memperjuangkanmu.
Kamu, selalu menjadi sosok yang ingin kukibarkan di hati. Kuperjuangkan bebas dari rindu, apalagi sepi. Aku rela pasang badan menghadapi gengsi.
Kurasa, wajahmu terbuat dari racikan hujan pada jendela beserta embunnya. Dan jika aku melihatnya dalam sebuah perjalanan, tak ada rasa yang bisa menggambarkan selain kata.
Kamu, kapanpun kamu melihatku tertidur, entah karena terlalu lelah memperjuangkanmu, atau terlalu bosan menunggumu, jangan bangunkan aku. Kamu, tolong bangunkan aku, hanya ketika kamu sudah beranjak dari kenangan itu.